MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersengat karena disebut menerima kucuran dana dari Australia, terkait percetakan 550 juta lembar uang pecahan Rp 100.000. Isu itu pertama kali dihembuskan situs WikiLeaks.SBY mengaku mengikuti perkembangan kasus tersebut di Negeri Kanguru. Dia juga sudah mendapat penjelasan dari menteri luar negeri Australia soal proses penegakan hukum yang sedang berlangsung."Saya minta agar Australia membuka dan mengungkap penegakan hukum itu, jangan-jangan ditutup-tutupi," kata SBY di kediamannya Puri Cikeas, Bogor, Kamis (31/7). ...
Baca Selengkapnya Berita Nasional - Yahoo Indonesia News http://ift.tt/1rK1wCx
via IFTTT
No comments:
Post a Comment