MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah telah menerima kucuran dana dari Australia, terkait percetakan 550 juta lembar uang pecahan Rp 100.000 di negara kanguru tersebut seperti yang diungkapkan situs WikiLeaks ."Keputusan, kebijakan, pengawasan, kewenangan untuk cetak itu ada pada Bank Indonesia. Bukan pada pemerintah atau presiden," katanya. Dia menegaskan percetakan uang tersebut, menjadi kewenangan Bank Indonesia dan merupakan tugas Bank Indonesia, sesuai dengan UU BI dan peraturan yang berlaku."Ada landasan hukumnya," katanya. ...
Baca Selengkapnya Berita Nasional - Yahoo Indonesia News http://ift.tt/1nVBTRb
via IFTTT
No comments:
Post a Comment