MERDEKA.COM. Setelah muncul istilah jablai alias jarang dibelai, fenomena baru masih hangat di kalangan gadis remaja di Jakarta muncul istilah cabe-cabean. Nama itu muncul lantaran cabe-cabean kerap dipakai sebagai taruhan dalam balapan motor liar. Bagi pelacur berusia 13 tahun sampai 16 tahun kini menyandang predikat cabe-cabean memiliki nilai jual tersendiri. Pasarannya naik menyaingi para pelacur di tempat prostitusi berkedok spa. Sekali main tarifnya Rp 1 juta sampai Rp 3 juta. Jenis ini masuk kategori cabe ijo.EZ alias Kampleng, penyedia jasa cabe-cabean di Jakarta Barat, menangguk ...
Baca Selengkapnya Berita Nasional - Yahoo Indonesia News http://ift.tt/1nF62DJ
via IFTTT
No comments:
Post a Comment